Friday, February 22, 2013

ANALISA SISTEM PENJUALAN TIKET PADA PT.TRAVELPLAN INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.         Umum

Kini seiring majunya teknologi era komputerisasi berkembang pesat baik dalam lingkup organisasi, perusahaan, maupun instansi. Komputerisasi sangat dibutuhkan karena dapat mempermudah pendataan atau pengarsipan dalam suatu perusahaan dan secara tidak langsung mengurangi pekerjaan manual yang dikerjakan oleh manusia.
Penggunaan komputerisasi juga mempermudah proses pengiriman data apabila perusahaan tersebut mempunyai cabang lain untuk pemantauan perkembangan perusahaan cabang.Dengan adanya sistem informasi maka perusahaan akan mengetahui hasil kegiatan usahanya atau pendapatannya melalui sub bagian dari sistem tersebut yaitu sistem penjualan.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk membahas makalahini yaitu dengan judul “ANALISA Sistem Penjualan Tiket Pesawat Secara Tunai Di Pt.Travelplan
1.2.         Maksud dan Tujuan 
Adapun maksud penulisan makalah ini adalah : 
1.             Penyusun ingin tau lebih jelas tentang  sistem yang berjalan pada suatu perusahaan .
2.             Penyusun ingin memberikan gambaran tentang sistem berjalan pada perusahaan.
3.             Untuk melengkapi dan memenuhi tugas-tugas mata kuliah Analisa Perancangan Sistem Informasi.. 

Sedangkan tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi mata kuliah Analisa Perancangan Sistem Informasi pada Semester empat Jurusan Manajemen Informatika Akademik Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika.

1.3.         METODE PENULISAN
Metode pengumpulan data merupakan langkah penting dalam penyusunan makalah khususnya bagi perancangan sistem. Didalam kegiatan penelitian penulis melakukan pengumpulan data melalui cara : 

1.             Wawancara ( Interview
Dalam penulisan makalah ini, untuk mendapatkan informasi secara lengkap  maka penulis melakukan suatu metode suatu tanya jawab mengenai semua kegiatan yang berhubungan dengan penjualan tiket dengan pegawai  PT.TRAVELPLAN INDONESIA.
2.             Pengamatan ( Observation )
Penulis melakukan pengamatan-pengamatan langsung terhadap kegiatan yang berhubungan dengan masalah yang diambil. Hasil dari pengamatan tersebut langsung dicatat oleh penulis dan dari kegiatan observasi ini dapat diketahui kesalahannya atau proses dan kegiatan tersebut. 
3.             Studi Pustaka 
Selain melakukan kegiatan tersebut diatas penulis juga melakukan studi kepustakaan melalui literatur-literatur atau referensi-referensi yang ada.

1.4.         Ruang Lingkup 

Didalam penulisan makalah ini, penulis membahas tentang Sistem Penjualan Tiket Pesawat Secara Tunai Di Pt.Travelplan. Mengingat pembahasan didalam penjualan cukup luas dan agar makalah ini dapat mencapai sasaran maka ruang lingkup pembahasan meliputi Prosedur Pemesanan Tiket, Prosedur Pembuatan Tiket dan Prosedur Pembuatan Laporan Penjualan. 

1.5.         Sistematika Penulisan

Sebelum membahas lebih lanjut, sebaiknya penulis menjelaskan dahulu secara garis besar mengenai sistematika penulisan, sehingga memudahkan pembaca memahami isi makalah ini. 
Dalam penjelasan sistematika penulisan makalah ini adalah :
BAB   I  PENDAHULUAN 
Dalam bab ini diuraikan masalah umum, maksud dan tujuan penulisan makalah metode penelitian, ruang lingkup dan sistematika penulisan. 

BAB   II   LANDASAN TEORI 
Dalam bab ini berisikan tentang uraian konsep dasar sistem dan peralatan pendukung sistem ( tool system )
BAB   III  ANALISA SISTEM BERJALAN 
Dalam bab ini menjelaskan tentang umum, tujuan perusahaan dengan menguraikan sejarah perusahaan dan struktur organisasi dan fungsi, prosedur sistem berjalan, diagram alir data (DAD) sistem berjalan, kamus data sistem berjalan, spesifikasi sistem berjalan yang memiliki sub antara lain berisi spesifikasi bentuk dalam keluaran, bab ini juga menguraikan tentang permasalahan dan alternatif pemecahan masalah. 
BAB   IV   PENUTUP 

Bab ini merupakan bab terakhir yagn berisikan kesimpulan dari apa yang dibahas, dilanjutkan dengan saran-saran untuk mencapai suatu hasil akhir yang baik.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1    Konsep Dasar Sistem
Definisi sistem menurut buku analisis dan desain, terdapat dua kelompok pendekatan pendekatan didalam mendefinisikan sistem yaitu yang menekankan pada prosedur dan yang menekankan pada komponen atau elemennya.
1         Berdasarkan Penekanan Prosedur
Menurut Jogiyanto, H.M (2008:1) Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
B    Berdasarkan Penekanan Komponen
Menurut Jogiyanto, H.M (2008:2) Sistem adalah kumpulan dari elemenelemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

2.1.1        Karakteristik Sistem
Menurut Jogiyanto, H.M (2008:3) suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu :
1.    Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.Komponen-komponen atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
2.    Batas Sistem
Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
3.    Lingkungan luar sistem
Lingkungan luar sistem (environment) dari suatu sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem sehingga harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedangkan untuk lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, jika tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
4.    Penghubung Sistem
Penghubung (interface) merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Keluaran (output) dari suatu sitem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem yang lainnya melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
5.    Masukan Sistem Masukan (input) adalah energi yang dcmasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan signal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
6.     Keluaran Sistem Keluaran (output) adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.
7.    Pengolah Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi.
8.    Sasaran Sistem
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran. Sasaran (objective) dari sistem sangat menentukan sekali masukan masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

2.1.2.      Pengertian Sistem Informasi
Menurut Kadir (2006:10) memberikan definisi bahwa ”sistem informasi mencakup sejumlah komponen (manusia, komputer, teknologi informasi, dan prosedur kerja), ada sesuatu yang diproses (data menjadi informasi), dan dimaksudkan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan”.
               Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang tersebut dengan blok bangunan (Building Blok) yang terdiri dari :
a.   Blok Masukan ( Input Block )
        Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input termasuk  metode - metode dan media untuk data yang akan dimasukkan, dapat berupa dokumen – dokumen dasar.
b.   Blok Model ( Model Block )
        Model terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data yang sudah tersimpan dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
c.     Blok Keluaran ( Output Block )
Keluaran merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
d.   Blok Teknologi ( Technology Block )
Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
e.     Blok Basis Data ( Database Block )
Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras computer dan di butuhkan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
f.     Blok Kendali ( Control Block )
Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah dan apabila terjadi kesalahan-kesalahan dapat dengan cepat diatasi.

2.1.3.      Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. Sistem Informasi Manajemen didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan serupa.
Sistem informasi menejemen adalah sebuah sistem manusia atau mesin yang terpadu (integrated), untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, menejemen dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur, pedoman, model menejemen dan keputusan, serta sebuah database. Menurut Humdiana dan Indrayana (2006:3) “Sistem Informasi Manajemen adalah berhubungan dengan perencanaan, pengembangan, manajemen dan menggunakan alat tekhnologi informasi untuk membantu orang melaksanakan semua tugas yang berkaitan dengan proses dan manajemen informasi”. Sistem Informasi Manajemen pada umumnya adalah sistem informasi pendukung manajemen yang menghasilkan laporan, tampilan dan respon yang telah dispesifikasikan secara periodik, khusus berdasarkan permintaan dengan berbasis komputer dan pelapor wajib. Pada dasarnya orang dapat membahas sistem informasi menejemen tanpa komputer, tetapi kemampuan komputerlah yang membuat Sistem Informasi Menejemen terwujud.

BAB III
ANALISA SISTEM BERJALAN

3.1.    UMUM
Seiring perkembangan teknologi kini semua perusahaan baik yang beorientasi pada jasa atau produk ikut berkembang pesat. Penjualan tiket termasuk pada usaha di bidang jasa. Karena banyaknya data yang keluar masuk membuat data lebih sulit diatur, maka peran sistem sangat diperlukan dalam perusahaan. Dengan adanya sistem penjualan tiket dalam PT.TRAVELPLAN INDONESIA maka penjualan dan pendataan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien.

3.2.    TINJAUAN PERUSAHAAN

3.2.1.      Sejarah Perusahaan

Pada 6 September 2007, seorang profesional muda mencoba untuk  mendobrak inovasi bisnis perjalanan di Indonesia. Teuku Mulizar Akbar terinspirasi untuk memberikan  entuhan baru dalam bisnis perjalanan Indonesia dengan inovasi sistem perencanaan dan pelayanan yang kreatif dan dinamis.
TravelPlan adalah sebuah biro perjalanan yang mengedepankan kepuasan pelanggannya dalam setiap pelayanan yang diberikan. Maka dari itu TravelPlan selalu memposisikan diri sebagai rekan konsultan bagi para pelanggannya, untuk mencari solusi terbaik pada setiap perencanaan perjalanan pelanggannya.
TRAVELPLAN GROUP sebagai Biro Perjalanan Wisata dan saat ini telah berkembang sebagai “Perusahaan Bisnis Jasa” terbesar yang memberikan kepuasan pelanggan serta solusi terbaik bagi para klien & partner nya. Sesuai dengan motto Awal TRAVELPLAN INDONESIA : “Your Travel Partner Solution”, TRAVELPLAN memberikan Solusi, Sentuhan dan Nilai Tambah tersendiri dalam setiap pelayanannya. Hal ini ditandai dengan berkembangnya TRAVELPLAN Indonesia , menjadi TRAVELPLAN GROUP , membuka 4 Unit bisnis baru di penghujung tahun 2010. TRAVELPLAN telah dipercaya menangani lebih dari 20 perusahaan besar di seluruh Indonesia , serta meningkatkan volume perjalanan lebih dari 20.000 orang pelaku perjalanan di setiap tahunnya.
TRAVELPLAN PRODUCTION adalah mitra untuk bekerjasama di bidang penyelenggaraan beragam acara, baik skala nasional maupun internasional. TravelPlan didukung SDM profesional dan berpengalaman di bidang event organizer, stage & decoration, multimedia serta sound & lighting. TravelPlan selalu bekerja dalam teamwork yang solid, yang selalu menghadirkan karya kreatif, inovatif dan berkualitas. Pengalaman telah menjadikan TravelPlan selalu memegang teguh komitmen tepat waktu, kualitas dan layanan terbaik. Keberhasilan demi keberhasilan telah membuahkan kepercayaan besar dari klien-klien TravelPlan.

Data Singkat mengenai perusahaan
Nama perusahaan           : PT.TRAVELPLAN INDONESIA
Alamat perusahaan        : Kompleks Rukan Tendean Square No. 7
Jl. Wolter Monginsidi No. 122-124 Kebayoran Baru,Jakarta Selatan
Telp                                : 021 - 727 808 62 (Hunting)
  Fax. 021 - 727 808 63

3.2.2.           Struktur Organisasi

Untuk mengolah perusahaan dengan baik dan optimal, terutama terhadap sumber daya manusia, perusahaan menerapkan manajemen yang dituangkan dalam bentuk struktur organisasi merupakan sarana yang sangat penting untuk menjalankan fungsinya. 

Adapun struktur organisasi ini sendiri dapat dikatakan sebagai suatu kerangka yang mewujudkan suatu pola tetapi dari hubungan antara kedudukan dan peranan dalam suatu kerjasama. Bentuk struktur organisasi yang dimiliki PT.TRAVELPLAN INDONESIA adalah sebagai berikut : 
Tugas dan Fungsi :
1)         Manager
Bertugas bertanggung jawab penuh dan harus mampu untuk mencari solusi terhadap masalah umum dilingkungan perusahaan maupun diluar perusahaan.
2)         Finance
Adalah divisi yang menangani serta bertanggung jawab terhadap laporan keuangan yang ada diperusahaan.
3)         Tiketing
Adalah divisi yang bertugas menangani segala macam pengurusan tiket, dimulai proses memberikan informasi penerbangan, reservasi data calon penumpang, dan cetak tiket (issuing ticket).
4)         Kasir
      Bertanggung jawab dalam pelaksanaan transaksi atau pembayaran, dan menyiapkan     laporan penjualan harian.
5)         Tour
Adalah divisi yang bertugas menangani segala macam tour paket wisata dan pemesanan hotel, dimulai proses reservasi, cetak voucher hotel. 
6)         Security
Adalah divisi yang bertugas dalam pengamanan agar terhindar dari tidakan kejahatan atau kriminalitas demi kelancaran proses berjalannya operasional perusahaan.
7)         Messenger
Divisi yang bertugas menangani operasional diluar perusahaan seperti pengantaran tiket, voucher, dan melakukan transaksi kepada para pelanggan diluar perusahaan.

3.3.    Prosedur Sistem Berjalan
Dibawah ini akan dijelaskan mengenai gambaran tentang prosedur atau proses pemesanan tiket yang sedang berjalan di PT. TravelPlan, dimulai dari proses pemesanan, proses pembuatan tiket, proses pembayaran tiket, dan proses pembuatan laporan penjualan bulanan.

a.    Prosedur Pemesanan Tiket
Pada proses ini pemesan akan memberikan data calon penumpang didalam form pemesanan kebagian tiketing. Selanjutnnya pemesan akan diberikan informasi data penerbangan berupa jadwal, rute, dan harga. Apabila pemesan setuju dangan data penerbangan maka pemesan akan memberikan informasi agar data penumpang direservasi. data calon penumpang akan diproses oleh bagian tiketing untuk dijadikan data pemesanan yang akan disimpan kedalam arsip pemesanan yang nantinya akan diproses kedalam  pembuatan tiket. Jika pemesan tidak setuju dengan informasi data penerbangan yang sudah diberikan, biasanya data pemesanan akan tetap disimpan kedalam arsip pemesanan dalam batas waktu yang ditentukan.

b.    Prosedur Pembuatan Tiket
Pada proses ini, cetak tiket dilakukan dengan melihat data pemesanan melalui arsip pemesanan dan melihat data penerbangan melalui arsip penerbangan. Selanjutnya tiket akan diberikan kebagian kasir. bagian kasir akan membuat invoice berdasarkan tiket yang sudah dicetak untuk menyesuaikan total harga yang tertera ditiket. setelah bagian kasir menerima pembayaran dari pemesan, maka bagian kasir akan memberikan tiket dan invoice  sebagai bukti pembayaran tiket kepada pemesan. data invoice akan disimpan kedalam arsip pembayaran untuk dijadikan sebagai data pembayaran, tiket akan disimpan kedalam arsip tiket.

c.    Prosedur Pembuata Laporan Penjualan
Dalam proses ini, sebelumnya  finance akan melihat data pembayaran dan data penjualan akan disesuaikan sebelum di acc untuk dijadikan sebagai laporan penjualan. Dan laporan penjualan akan dilaporkan kepada direktur setiap bulannya.

3.4.    Diagram Alir Data Sistem Berjalan 

Dari hasil analisa yang dilakukan pada PT.TRAVELPLAN INDONESIA, akhirnya dapat diketahui bentuk sistem secara garis besar yang sedang berjalan didalam perusahaan tersebut. Bentuk secara garis besarnya dapat dilihat dalam diagram di halaman berikut ini. 
 

Gambar III.2 Diagram Konteks Sistem Berjalan

 








Gambar III.3 Diagram Nol Sistem Berjalan
 
 



Gambar III.4 Diagram detail 2.0
 
 


3.5.    Kamus Data Sistem Berjalan 

Pada kamus data ini terdapat keterangan tertulis mengenai suatu data secara lebih rinci, karena kamus data harus dapat memberikan keterangan yang jelas tentang data yang dicari.

3.5.1.      Kamus Data Dokumen Masukan 

a.  Form Pemesanan 
Nama Arus Data      :  Info Reservasi  
Alias                         :  info reservasi  
Bentuk Data             :  form program
Arus Data                 :  Proses 1.0 - Pemesan
Penjelasan                :  Sebagai bukti pemesanan tiket
Periode                     :  Setiap kali terjadi pemesanan
Volume                    :  Setiap harinya limabelas lembar puncaknya duapuluh lembar
Struktur Data           :  Header  + Isi
Header = Judul
Keterangan : 
Judul * Booking *
Isi  = title + first_name + last_name + no_id + fligt type + kota_berangkat + kota_tujuan + (kota_kembali) + tanggal_berangkat + tanggal_kembali + jumlah_penumpang + detail_contact + contact_person

3.5.2.      Kamus Data Dokumen Keluaran 

a.    Tiket
Nama Arus Data             : Tiket
Alias                                : Tiket
Bentuk Data                    : Cetakan manual 
Arus Data                        : Proses 2.0 - Pemesan
Penjelasan                        : Sebagai bukti reservasi
Periode                            : Setiap kali terjadi pemesanan tiket 
Volume                            : Setiap harinya limabelas lembar puncaknya duapuluh lembar
Struktur Data                  : Header  + Isi +  Footer  
Header  = Judul
Keterangan : 
Judul *  Ticket Itinerary  *
Isi =  passenger details + departure + arrival + city + date + time + flight number + class + baggage + valid day + fare calculation 
Footer  = info + terms and conditions  

b.    Invoice
Nama Arus Data           : Invoice  
Alias                              : Invoice 
Bentuk Data                 : Cetak Manual 
Arus Data                     : Proses 2.0 - Pemesan
Penjelasan                     : Sebagai bukti  pembayaran biaya reservasi
Periode                          : Setiap kali terjadi pembayaran biaya reservasi 
Volume                         : Setiap harinya limabelas lembar puncaknya duapuluh lembar
Struktur Data                          :      Header  + Isi  +  Footer  
 Header   = Judul + Inv_No + To + Phone
 Keterangan :
 Judul     *  Invoice *
 Inv_No  * Terdiri dari 5 digit *
Isi    = 1{ Nama_Penumpang + No_Penerbangan + Kelas + Ticket_No + D.O.F + Harga + Total }n
 Keterangan:
 D.O.F = Date Of Flight  
 Footer = Issued By + Received By + Printed Date
Keterangan :
Issued By           * dibuat oleh *
Received By      * diterima oleh*
Printed Date       * tanggal pencetakan*

3.6.    Spesifikasi Sistem Berjalan 
Yang dimaksud dengan spesifikasi sistem berjalan adalah perincian dari bentuk dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penjualan tiket. Bentuk dokumen itu sendiri digolongkan dalam dua bagian, yaitu dokumen masukan dan dokumen keluaran. 

3.6.1.      Bentuk Dokumen Masukan 

Spesifikasi dokumen masukan adalah langkah awal dalam pemrosesan data. Data-data yang ada dalam dokumen masukan tersebut adalah sebagi berikut :
Ø   Form Pemesanan Tiket
Nama dokumen      : Form pemesanan tiket
Fungsi                     : Untuk memesan tiket
Sumber                   : Pemesan
Tujuan                     : Kasir
Frekuensi                : Setiap ada pemesanan tiket
Media                     : Form Program
Jumlah                    : Satu Form
Bentuk dokumen    : Lampiran A.1


3.6.2.      Spesifikasi Bentuk Dokumen Keluaran

Dokumen keluaran adalah dokumen atau datayang dibuat berdasarkan hasil pemrosesan data masukan dan bentuknya dapat berupa hard copy misalnya kertas atau bersifat soft copy seperti tampilan dari layar program. Bentuk data keluaran tersebut adalah sebagai berikut :
Ø  Tiket
Nama Dokumen     : Tiket
Fungsi                     : Sebagai alat validasi perjalanan
Sumber                    : Kasir
Tujuan                     : Pemesan
Frekuensi                : Setiap transaksi berhasil
Media                      : Kertas
Jumlah                     : Satu lembar
Bentuk dokumen    : Lampiran B.1

Ø  Invoice
Nama Dokumen     : Invoice
Fungsi                     : Sebagai bukti pembayaran
Sumber                    : Kasir
Tujuan                     : Pemesan
Frekuensi                : Setiap transaksi berhasil
Media                      : Kertas
Jumlah                     : Satu lembar
Bentuk dokumen    : Lampiran B.2


3.7.    Permasalahan Pokok
Sistem yang berjalan di PT.Travelplan Indonesia telah berjalan dengan baik namun karena menggunakan sistem berbasis online maka ada sedikit permasalahan di sistem jaringan internet. Contohnya seperti jaringan yang sering down, atau gagalnya pemesanan tiket karena masalah jaringan internet.

3.8.    Alternatif Pemecahan Masalah
Untuk mengatasi permasalahan tersebut penyusun menyarankan agar PT.Travelplan Indonesia menggunakan sistem dual provider internet jadi saat salah satu jaringan sedang down jaringan kedua dapat mem-back up proses reservasi dalam perusahaan tersebut.


BAB IV
PENUTUP

4.1.    KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan yang telah disusun dalam penulisan makalah ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
Masih adanya sedikit permasalahan dalam sistem yang digunakan PT.Travelplan Indonesia karena berbasis online sangat bergantung pada jaringan internet.

4.2.        SARAN

Dari hasil pembahasan makalah ini, kami menyarankan kepada PT.Travelplan Indonesia agar menggunakan dua jaringan dari provider yang berbeda untuk menunjang sistem reservasi yang berjalan di PT.Travelplan Indonesia.


DAFTAR PUSTAKA

Hartono, Jogiyanto. 2005. Analisa dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta : Andi Offset.
Humdiana, dan Evi Indriyana. 2006. Sistem Informasi Manajemen. Edisi Kedua.      Yogyakarta : Graha Ilmu.
Kadir, Abdul. 2006. Pengenalan Sistem Informasi. Yogyakarta : Andi.
Sutabri, Tata. 2007. Analisa Sistem Informasi. Yogyakarta : Andi Offset


LAMPIRAN A.1






LAMPIRAN B.1

LAMPIRAN B.2